Pendahuluan tentang Nur Muhammad
Dalam tradisi Islam, konsep Nur Muhammad sering kali menjadi topik diskusi yang mendalam di berbagai pengajian dan majelis ta’lim. Nur Muhammad dianggap sebagai cahaya pertama yang diciptakan oleh Alloh SWT sebelum segala sesuatu. Konsep ini tidak hanya menyoroti keistimewaan Nabi Muhammad SAW tetapi juga menggarisbawahi pentingnya cahaya ilahi dalam penciptaan alam semesta.
Maulid Nabi dan Cahaya Kelahiran
Peringatan Maulid Nabi SAW merupakan momen penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Sebagaimana dijelaskan oleh Majelis Rasulullah SAW, kelahiran Nabi Muhammad SAW disertai dengan berbagai tanda kebesaran, termasuk keluarnya cahaya terang dari Bunda Nabi yang menerangi kamar dan rumahnya. Kejadian ini menandakan betapa istimewanya kelahiran beliau, yang juga dirayakan oleh Alloh SWT dengan berbagai fenomena alam.
Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yg menjadi pembantunya Aminah ra bunda Nabi saw, ketika Bunda Nabi saw mulai saat saat melahirkan, ia (ibu utsman) melihat bintang bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan diatas kepalanya, lalu ia melihat cahaya terang benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga membuat terang benderangnya kamar dan rumah.
Makna Cahaya dalam Kehidupan Nabi
Cahaya yang menyertai kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar fenomena fisik, tetapi juga simbol dari misi beliau sebagai pembawa petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam. Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa kelahiran beliau membawa perubahan besar, seperti runtuhnya singgasana Kaisar Kisra dan padamnya api di Kekaisaran Persia yang telah menyala selama seribu tahun. Ini menunjukkan bahwa cahaya kenabian beliau membawa transformasi spiritual dan sosial yang mendalam.
Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra, dan runtuh pula 14 buah jendela besar di Istana Kisra, dan Padamnya Api di Kekaisaran Persia yg 1000 tahun tak pernah padam.
Penghormatan Sahabat dan Umat terhadap Cahaya Nabi
Para sahabat Nabi juga sangat menghormati kelahiran beliau. Abbas bin Abdulmuttalib, paman Nabi, memuji beliau dengan syair yang menggambarkan bagaimana cahaya kelahiran Nabi menerangi bumi dan langit. Ini menunjukkan bahwa para sahabat memahami dan menghargai makna spiritual dari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur an) kami terus mendalaminya.
Kesimpulan
Nur Muhammad sebagai cahaya yang diciptakan sebelum segala sesuatu mengandung makna yang dalam tentang posisi dan peran Nabi Muhammad SAW dalam Islam. Peringatan Maulid Nabi menjadi momen untuk merenungkan dan menghargai cahaya kenabian yang beliau bawa. Dengan memahami dan menghayati konsep ini, umat Islam dapat lebih mendekatkan diri kepada Alloh SWT dan meneladani sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber Rujukan
Artikel ini disusun dari tulisan berikut, dimuat atas izin umum penerbitnya. Untuk pembahasan lengkap, silakan merujuk langsung ke sumbernya:
- Peringatan Maulid Nabi SAW — Majelis Rasulullah